saint riziq
Selasa, 15 Januari 2013
Balada Banjir Musiman
''BANJIR'' bagi sebagian besar warga ibu kota merupakan suatu fenomena rutin yang sudah sangat lazim terjadi terutama dalam 1 dekade terakhir, entah memang karena daratan Ibu kota dari negara yang sudah lebih dari 60 tahun merdeka ini ditakdirkan untuk selalu menjadi kolam renang raksasa setiap musim hujan ?, atau karena para penduduknya yg memang tidak tahu bahkan tidak pernah mau tahu bagaimana cara menghindari banjir ? warga Jakarta seakan tak pernah mengenal kata KAPOK, pola pikir mereka seakan menyempit seiring jalan protokol yang dilahap separator busway atau mereka mengalami semacam ke-mogokan fikiran seperti hal-nya tiang pemancang proyek monorail, mereka lebih senang menunjuk-nunjuk hidung pemimpin mereka sambil berteriak 'mana janji kampanye mu ?' atau melontarkan sumpah serapah pada kota Bogor yang memang sudah menjadi Suplier utama air banjir di Jakarta. jika kita perhatikan lebih seksama, banjir yang kerap datang, 1000% disebabkan oleh meluapnya saluran air seperti kali, sungai, dan atau selokan, kenapa meluap ? dan yak,..! kita akan bertemu dengan satu kata yang sangat mewakili kepribadian dan pola hidup masyarakat Jakarta "SAMPAH" ! mereka terlalu jijik dengan berbagai jenis tempat sampah, bahkan bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai, tempat sampah adalah barang langka yg minim manfaat, karena mungkin bagi mereka sungai akan dengan ikhlas menerima sampah yang mereka buang dan kelak akan membawanya ke neraka atau ke planet lain sehingga dengan tanpa rasa berdosa sampah mereka buang setiap waktu ke sungai. disadari atau tidak, mereka secara terus menerus melempar bungkusan demi bungkusan yang berisi kebodohan mereka hingga akhirnya pepatah yang berbunyi "siapa menabur angin maka bersiaplah menuai badai" menjadi sangat berlaku bagi mereka ! mereka sudah terlanjur nyaman dengan ritual mengungsi, meminta sumbangan bencana, menyerok air keluar rumah ketika surut, akankah ini berakhir dengan sendirinya ? dapatkah pak Jokowi menyulapnya ? haruskah menteri pendidikan yang menyodok selokan/isi kepala yang tersumbat sampah ? semua kembali kepada kesehatan pikiran kita masing-masing.
Kamis, 29 November 2012
Hujan Unyu diakhir November
Banyak yang udah pada tahu bahwa bulan November itu adalah bulan hujan, entah karena suka dengar lagunya GNR (November Rain) atau memang karena Nama si November ini tuh ber-akhiran "Ber" yang suka diplesetkan jadi berbunyi "ber..berr..berrrr" kaya bunyi hujan yang kalo datang suka bikin Jakarta gue jadi mirip Venesia.
![]() |
| ini Venesianya !!! |
![]() |
| unyu, kan ?? |
![]() |
| uhuk, okeh sip !! |
![]() |
| Inilah JAKARTA Mirip, kan ??? |
Sore diakhir November ini lagi-lagi Jakarta diguyur hujan yang lumayan sopan, gue pun gak mau menyia-nyiakan momen penting nan syahdu ini Cuma dengan berkutat dengan kerjaan yang gak ada habisnya, makanya gue keluar ke halaman kantor, pesan kopi, nyalain rokok kretek, 1 sut.. 2 sut.. sruput kopi.. slurp.. slurp.. glek.. aagh... plak...!!!! *langsung digamparin security*. gue minum kopi yang ada, ternyata punya security.
Tak lama berselang kopi pesanan gue pun datang perlahan gue hirup aroma kopi panas untuk menenangkan diri dari segala kesibukan seharian tadi. Siluet tukang pangsit disebrang jalan terlihat jelas sedang melambai-lambai kearah gue tapi tak gue hiraukan
Pemandangan sekitar semakin random tatkala mata gue mulai menyapu sudut demi sudut lingkungan sekitar kantor gue, disebelah tukang pangsit tergeletak seonggok bencong hangus dgn luka bakar tingkat lanjut karena kesetrum sound system jinjingnya yang koslet kena air hujan, bocah bocah tukang ojek payung saling berebut pelanggan dibawah guyuran hujan;
Bocah 1 : tante, payung nya tante payung saya besar ada 2 !!
Bocah 2 : tante, payungnya tante, jauh-dekat seikhlasnya !! <---- taktik marketing
Bocah 2 : tante, payungnya tante, jauh-dekat seikhlasnya !! <---- taktik marketing
Bocah 3 : tante, payungnya tante, all in one !!! *bawa payung SEVEL*
![]() |
| agak lancang ya |
*bung yaw..*
Langganan:
Komentar (Atom)




